Selasa, 15 November 2016

Sejarah Sinan Pulau Biak Dan Supiori. (MBW)



Pulau – Pulau Biak Dan Supiori.

            Pulau Biak dan Supiori yang dalam pelajar Willem Schouten ditemui 24 juli 1616 diberi nama Schouteneilanden. Meliputi kedua pulau besar tersebut dengan Pulau2 Padaido disebelah timur dan pulau diujung barat Supiori. Dalam sebutan bahasa maka B menjadi W (Biak dalam beberapa karangan ditulis Wiak) Pulau itu dinamai Biak berhubung didiami oleh suku2 Biak.
         Wiak dalam tulisan dijadikan Biak, untuk memudahkan sebutannya, terutama bagi orang asing. Pulau2 itu disebut Biak Supiori menurut nama kedua pulau yang besar yang sebenarnya dipisahkan oleh suatu selat yang membujur dari utara keselatan dan hanya dapat dilalui dengan perahu pada waktu air pasang. Selat itu di namai,, Sorndidori’’ artinya laut yang didalam.’’.
         Suku Biak itu satu saja, bahasanya pun satu, akan tetapi dialeknya ada beberapa yang berbeda sedikit dari pada yang lain. Kata2 sama saja hanya tekanan suku yang berbeda. Jika suku2 Biak itu bertemu dan bercakap satu sama dengan yang lain maka dari dialeknya sudah dapat dikenal dari kampung atau bagian asalnya, umpanya : Sepen, Samber, Manwor Swapodibo, Sorido, Wadibu, Wombonda, Warbjak, Sowek, Korido, Korem, Padaido. Ada pula yang hampir bersamaan : Suwek-Korido- Urembor, Bosnik- Arjom- Opiaref, Wabu-Sawias-Wombonda,Manender-Sopen.
           Kira-kira 100 tahun yang lalu sebagian dari suku Biak itu berpindah kepulau Numfor yaitu pulau yang terletak diantara pulau Biak – Supiori dengan Manokwari. Sebagian dari suku Biak itu berpindah kesebelah utara pulau Yapen yaitu Jobi dan Kanaki. Sebagian berindah ke pulau-pulau Raja-Ampat juga antara 1800-1900.Penduduk asli pulau numfor adalah suku Numfor ( berasal dari bagian Manokwari) dengan bahasa Numfor yang hampir bersamaan dengan bahasa Biak.
          Sebelum kabar Injil dikabarkan diantara orang Biak,maka penduduk hidup dalam permusuhan yang mengakibatkan perang antara suku. Didalam perang – perangan itu pria yang dewasa dibunuh, wanita, anak2 dan harta benda dirampas dari serangan musuh. Selain dari pada suku Biak itu memerangi sesama sukunya, mereka juga menyeberang dan mengacau dikampung-kampung dipulau Yapen, Teluk Cenderawasih, bagian brat sampai kebagian Raja Ampat dan lebih jauh lagi ke Halmahera dan pulau Seram. Pada waktu pergi dan kembali melalui pulau Raja Ampat, mereka bertemu pulau2 yang tidak berpenduduk yang kemudian didudukinya sehingga terjadi kampung2 orang Biak dibagian Raja Ampat (Ayau,Batanta,Kofia dsb). @SUMBER - BUKU PETRUS KAFIAR)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar