Pulau
– Pulau Biak Dan Supiori.
Pulau Biak dan Supiori yang dalam
pelajar Willem Schouten ditemui 24 juli 1616 diberi nama Schouteneilanden.
Meliputi kedua pulau besar tersebut dengan Pulau2 Padaido disebelah timur dan
pulau diujung barat Supiori. Dalam sebutan bahasa maka B menjadi W (Biak dalam
beberapa karangan ditulis Wiak) Pulau itu dinamai Biak berhubung didiami oleh
suku2 Biak.
Wiak dalam tulisan dijadikan Biak, untuk
memudahkan sebutannya, terutama bagi orang asing. Pulau2 itu disebut Biak
Supiori menurut nama kedua pulau yang besar yang sebenarnya dipisahkan oleh
suatu selat yang membujur dari utara keselatan dan hanya dapat dilalui dengan
perahu pada waktu air pasang. Selat itu di namai,, Sorndidori’’ artinya laut
yang didalam.’’.
Suku Biak itu satu saja, bahasanya pun
satu, akan tetapi dialeknya ada beberapa yang berbeda sedikit dari pada yang
lain. Kata2 sama saja hanya tekanan suku yang berbeda. Jika suku2 Biak itu
bertemu dan bercakap satu sama dengan yang lain maka dari dialeknya sudah dapat
dikenal dari kampung atau bagian asalnya, umpanya : Sepen, Samber, Manwor
Swapodibo, Sorido, Wadibu, Wombonda, Warbjak, Sowek, Korido, Korem, Padaido.
Ada pula yang hampir bersamaan : Suwek-Korido- Urembor, Bosnik- Arjom- Opiaref,
Wabu-Sawias-Wombonda,Manender-Sopen.
Kira-kira 100 tahun yang lalu
sebagian dari suku Biak itu berpindah kepulau Numfor yaitu pulau yang terletak
diantara pulau Biak – Supiori dengan Manokwari. Sebagian dari suku Biak itu
berpindah kesebelah utara pulau Yapen yaitu Jobi dan Kanaki. Sebagian berindah
ke pulau-pulau Raja-Ampat juga antara 1800-1900.Penduduk asli pulau numfor
adalah suku Numfor ( berasal dari bagian Manokwari) dengan bahasa Numfor yang
hampir bersamaan dengan bahasa Biak.
Sebelum kabar Injil dikabarkan
diantara orang Biak,maka penduduk hidup dalam permusuhan yang mengakibatkan
perang antara suku. Didalam perang – perangan itu pria yang dewasa dibunuh,
wanita, anak2 dan harta benda dirampas dari serangan musuh. Selain dari pada
suku Biak itu memerangi sesama sukunya, mereka juga menyeberang dan mengacau
dikampung-kampung dipulau Yapen, Teluk Cenderawasih, bagian brat sampai
kebagian Raja Ampat dan lebih jauh lagi ke Halmahera dan pulau Seram. Pada
waktu pergi dan kembali melalui pulau Raja Ampat, mereka bertemu pulau2 yang tidak
berpenduduk yang kemudian didudukinya sehingga terjadi kampung2 orang Biak
dibagian Raja Ampat (Ayau,Batanta,Kofia dsb). @SUMBER - BUKU PETRUS KAFIAR)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar